Pujian dari para pemimpin dunia, termasuk mantan Wakil Presiden Amerika Serikat Al Gore, atas upaya Pemerintah Indonesia memulihkan serta melindungi lahan gambut sebagai bagian dari mitigasi perubahan iklim pada Konferensi Perubahan Iklim PBB COP23 di Bonn, Jerman, pada bulan November 2017 merupakan suatu bentuk dukungan nyata negara-negara dari belahan dunia atas upaya Indonesia di dalam upaya pemulihan dan pelestarian lahan gambut.
Upaya pemulihan dan pelestarian lahan gambutsebagai bagian dari mitigasi perubahan iklim merupakan langkah strategis yang penting untuk dilakukan, terutama paska terjadinya kebakaran lahan dan hutan di tahun 2015 yang sebagian besar terjadi di lahan gambut yang memiliki potensi keanekaragaman hayati serta memilik stok karbon yang tinggi. WRI Indonesia mencatat terjadinya kebakaran lahan dan hutan di tahun 2015 telah mengakibatkan 19 orang meninggal, 500.000 orang menderita infeksi saluran pernafasan (ISPA) akut dan lebih dari 4 juta siswa berhenti sekolah selama satu bulan, dengan kerugian ekonomi yang diperkirakan mencapai Rp.221 triliun. Kebakaranlahan dan hutan juga telah melepaskan 1,62 miliar metrik ton gas rumah kaca (GRK) ke udara, atau setara dengan emisi yang dihasilkan oleh sekitar 350.000 kendaraan dalam satu tahun.